GUNCANGKANLAH
Suatu ketika teman saya berkata
kepada saya `guncangkanlah badanmu` sambil mengguncangkan badan saya., hampir
marah saya dibuatnya. Dan kemudian sambil tersenyum ia berkata jangan marah
kawan, aku ada sebuah cerita katanya.
Kemudian kawan saya ini bercerita.
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis
dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang
harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur
juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk
menolong si keledai. ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.
Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai
menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian,
semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah
lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang
karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh
bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.
Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun
ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
<!–
D(["mb","
\r\n\r\n
\r\n\r\n
Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah\r\nkotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya\r\ndan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai\r\nmeloncati tepi sumur dan melarikan diri ! Kehidupan terus saja menuangkan tanah\r\ndan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari\r\n``sumur`` (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah\r\ndan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari\r\n``sumur`` dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
\r\n\r\n
\r\n\r\n
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan\r\nuntuk melangkah. Kita dapat keluar dari ``sumur`` yang terdalam dengan terus\r\nberjuang, jangan pernah menyerah ! (never give up !) Guncangkanlah hal negatif\r\nyang menimpa dan melangkahlah naik !!!. Ingatlah aturan sederhana tentang\r\nKebahagiaan :
\r\n\r\n
\r\n\r\n
Bebaskan dirimu dari kebencian
\r\n\r\n
Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
\r\n\r\n
Hiduplah sederhana
\r\n\r\n
Berilah lebih banyak
\r\n\r\n
Berharaplah lebih sedikit ",1]
);
//–>
Sementara tetangga-tetangga si
petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus
juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang
terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri ! Kehidupan
terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan
kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur“ (kesedihan, masalah, dsb) adalah
dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati
kita) dan melangkah naik dari “sumur“ dengan menggunakan hal-hal tersebut
sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita
merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur“
yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! (never give up !)
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!. Ingatlah
aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
Bebaskan dirimu dari kebencian
Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
Hiduplah sederhana
Berilah lebih banyak
Berharaplah lebih sedikit
<!–
D(["mb","
\r\n\r\n
Tersenyumlah
\r\n\r\n
GUNCANGKANLAH !!!!
\r\n\r\n
Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau terburuk,\r\ninilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini.
\r\n\r\n
\r\n\r\n
\r\n\r\n
\r\n\r\n
\r\n\r\n\r\n\r\nDISCLAIMER:
The information in this message is confidential and may be legally privileged. It is intended solely for the addressee. Access to this message by anyone else is unauthorised. If you are not the intended recipient, any disclosure, copying, or distribution of the message, or any action or omission taken by you in reliance on it, is prohibited and may be unlawful. Please immediately contact the sender if you have received this message in error. Thank You
\r\n\r\n",0]
);
D(["ce"]);
D(["ms","1007"]
);
//–>
Tersenyumlah
GUNCANGKANLAH !!!!
Entah ini adalah waktu kita yang
terbaik atau terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat
ini.